Festival dan Kegiatan KemasyarakatanPemerintahan DaerahUMKM

Target 300 Peserta, Persiapan Konferensi Nasional Kota Toleransi di Mimika Capai 50 Persen

39
×

Target 300 Peserta, Persiapan Konferensi Nasional Kota Toleransi di Mimika Capai 50 Persen

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat diwawancarai awak media terkait persiapan pelaksanaan Konferensi Nasional Kota Toleransi yang ditargetkan dihadiri 300 peserta. Persiapan kegiatan tersebut telah mencapai sekitar 50 persen. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Pemerintah Kabupaten Mimika terus mematangkan persiapan pelaksanaan Konferensi Nasional Kota Toleransi yang dijadwalkan berlangsung pada 14–16 November 2026.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengatakan kesiapan pelaksanaan kegiatan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 50 persen. Panitia telah terbentuk dan ditetapkan melalui surat keputusan (SK) Bupati Mimika.

Hal itu disampaikan Emanuel saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, panitia telah membentuk 10 bidang kerja yang masing-masing sedang menyusun program dan rencana kegiatan sesuai tugasnya. Pembahasan lanjutan dijadwalkan berlangsung untuk mematangkan rencana kerja sekaligus kebutuhan anggaran setiap bidang.

“Panitia sudah terbentuk dan disahkan melalui SK Bupati. Ada 10 bidang kerja, dan masing-masing bidang sedang menyusun program serta rencana kegiatan. Besok kami mulai rapat lagi untuk membahas rencana kerja dari setiap bidang,” ujarnya.

Menurut Emanuel, panitia juga tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi kegiatan. Beberapa tempat yang dipertimbangkan antara lain Sport Center SP2, sejumlah tempat lainnya, serta fasilitas hotel di Timika.

Dari sisi peserta, jumlah yang direncanakan hadir diperkirakan berkisar 250 hingga 300 orang. Hingga saat ini, pihaknya menyebut sudah ada sekitar 200 peserta yang memberikan konfirmasi awal.

Panitia juga sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah kepala daerah untuk menghadiri konferensi tersebut. Selain itu, pemerintah berharap kegiatan dapat dibuka oleh salah satu menteri dan ditutup oleh menteri terkait, meskipun hal tersebut masih dalam tahap komunikasi.

Emanuel menegaskan, pelaksanaan konferensi tidak hanya menjadi kegiatan pemerintah, tetapi juga diharapkan melibatkan masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami berusaha melibatkan masyarakat, termasuk UMKM, sehingga acara ini menjadi acara masyarakat. Pemerintah hanya memfasilitasi, karena kepentingannya adalah masyarakat. Kota toleransi harus diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan bersama masyarakat,” katanya.

Ia berharap seluruh bidang dapat segera merampungkan rencana kerja agar tahapan persiapan berikutnya bisa berjalan lebih cepat.

Dengan waktu persiapan yang tersisa sekitar 10 hari sebelum pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dimatangkan sehingga konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada 14–16 November 2026 itu dapat terlaksana sesuai rencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *