AdministrasiKetahanan PanganMBG

Wabup Mimika Akui Belum Terima Laporan Penutupan Dapur MBG akibat Kendala Administrasi

57
×

Wabup Mimika Akui Belum Terima Laporan Penutupan Dapur MBG akibat Kendala Administrasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat diwawancarai awak media terkait laporan penutupan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemkab Mimika mengaku belum menerima laporan maupun pengaduan dari pengelola SPPG dan masyarakat terkait penutupan dapur akibat kendala administrasi. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mengaku belum menerima laporan terkait dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat ditutup akibat kendala administrasi.

Ia mengatakan, hingga Senin (2/11/2026), belum ada pengaduan yang disampaikan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Mimika.

Hal itu disampaikan Emanuel Kemong saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (2/11/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah belum memperoleh data terbaru mengenai jumlah dapur SPPG yang sudah kembali beroperasi maupun yang masih harus melengkapi persyaratan administrasi.

“Saya belum mendapat informasi. Kalau ada informasi, saya akan berkoordinasi dengan BGN, terutama teman-teman BGN yang bertugas di wilayah Papua Tengah, untuk mengetahui SPPG mana yang sudah beroperasi kembali dan mana yang baru dibuka,” ujarnya.

Emanuel menjelaskan, berdasarkan informasi sebelumnya, terdapat SPPG yang sudah diaktifkan kembali, sementara sebagian lainnya masih harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Namun, ia belum dapat memastikan jumlah dapur yang telah kembali beroperasi setelah proses penutupan tersebut.

“Belum ada informasi yang masuk kepada kami kalau ada SPPG yang ditutup. Ada yang sudah diaktifkan, ada juga yang belum karena masih harus memenuhi beberapa persyaratan,” jelasnya.

Ia menambahkan, apabila terdapat pengelola SPPG yang mengalami kendala atau masyarakat yang menemukan persoalan dalam pelaksanaan program MBG, mereka dapat menyampaikan pengaduan kepada pemerintah daerah.

Emanuel memastikan pemerintah akan melakukan pengecekan apabila menerima laporan tersebut.

“Kalau ada aduan, nanti kita cek. Sampai sekarang belum ada aduan dari pengelola SPPG maupun masyarakat. Biasanya kalau ada masalah, masyarakat akan menyampaikan keluhan,” katanya.

Karena belum adanya laporan maupun keluhan yang diterima, Emanuel sementara menilai pelaksanaan program MBG di Kabupaten Mimika masih berjalan tanpa persoalan berarti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *