AdministrasiDaerahKesehatan

Emanuel Kemong Dorong Dana Kampung untuk Pencegahan Malaria, TBC Dan HIV

31
×

Emanuel Kemong Dorong Dana Kampung untuk Pencegahan Malaria, TBC Dan HIV

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, saat menyampaikan pentingnya dukungan dana kampung untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian Malaria, Tuberkulosis (TBC), dan HIV di Kabupaten Mimika. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, mendorong pemerintah kampung agar tidak hanya memfokuskan penggunaan dana kampung pada pembangunan fisik, tetapi juga mengalokasikan anggaran untuk mendukung upaya pencegahan penyakit di masyarakat.

Hal itu disampaikan Emanuel saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Diana Mimika, Kamis (20/8/2026).

Emanuel mengatakan, pemanfaatan dana kampung yang cukup besar selama ini dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat secara merata. Salah satunya adalah kegiatan promotif dan preventif terhadap penyakit yang masih ditemukan di kampung-kampung.

Menurutnya, masih ada pemahaman bahwa dana kampung hanya diperuntukkan bagi pembangunan fisik.

“Pemikiran mereka, terutama kepala-kepala kampung, bahwa dana kampung hanya untuk bangun fisik. Kalau bangunan rusak, kita bangun,” kata Emanuel.

Padahal, lanjut dia, upaya pencegahan penyakit juga membutuhkan dukungan anggaran. Terlebih, masyarakat di sejumlah kampung masih menghadapi persoalan penyakit seperti tuberkulosis (TB).

“Kalau sudah ada TB, penyakit yang lain juga bisa mengikuti. Ini berkaitan dengan pola hidup masyarakat yang kadang-kadang kurang diperhatikan,” ujarnya.

Emanuel berencana turun langsung ke distrik untuk mengumpulkan pemerintah kampung dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengalokasikan dana kampung bagi kegiatan pencegahan penyakit.

Ia ingin setiap kampung memiliki program yang jelas terkait pencegahan serta memberikan dukungan kepada petugas kesehatan yang bertugas di lapangan.

“Saya mau turun langsung ke distrik, kumpul kampung-kampung. Apakah punya program yang berkaitan dengan pencegahan penyakit-penyakit ini,” jelasnya.

Emanuel menegaskan, diperlukan intervensi pemerintah agar kegiatan pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan. Salah satunya melalui kesepakatan untuk mengalokasikan sebagian dana kampung khusus bagi kegiatan pencegahan.

“Memang harus ada intervensi, harus kita turun. Harus ada alokasi dana. Kita sepakati ada sekian persen dialokasikan hanya untuk kegiatan pencegahan ini dan diberikan dukungan kepada petugas yang ada,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepala kampung dan kepala distrik nantinya bertugas melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Kita kumpul dulu, kita jelaskan kepada mereka. Setelah dijelaskan harus ada kesepakatan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *