Kabar PolisiRazia dan PenyelidikanTeknologi

Kapolda Papua Tengah Pantau Strong Point di Timika, Tiga Pengendara Tanpa Helm Dapat Helm Gratis

42
×

Kapolda Papua Tengah Pantau Strong Point di Timika, Tiga Pengendara Tanpa Helm Dapat Helm Gratis

Sebarkan artikel ini
Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., membagikan helm gratis kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm saat memantau kegiatan Strong Point pagi di pertigaan lampu merah Diana, (Foto: Istimewa/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., membagikan tiga helm gratis kepada pengendara yang kedapatan tidak menggunakan helm saat melintas di pertigaan lampu merah Diana, Timika, Senin (26/10/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus mengedukasi masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas.

Pembagian helm berlangsung saat Kapolda Papua Tengah memantau pelaksanaan kegiatan Strong Point pagi yang dilaksanakan personel Polres Mimika. Dalam kegiatan tersebut, Jermias didampingi Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak.

Keduanya turun langsung memantau aktivitas personel kepolisian yang bertugas mengatur arus lalu lintas, membantu kelancaran aktivitas masyarakat, serta memberikan imbauan kepada para pengguna jalan.

Kapolda Papua Tengah mengatakan, kegiatan Strong Point merupakan salah satu bentuk implementasi program 100 hari Kapolri dengan mengedepankan pelayanan yang humanis serta memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat.

“Prinsipnya, dengan program Kapolri yang baru dan slogan polisi bersama masyarakat, jajaran Papua Tengah, khususnya Polres Mimika, sudah kami instruksikan untuk melakukan program-program ini secara nyata. Salah satunya melalui Strong Point pagi,” ujar Jermias.

Menurutnya, kehadiran polisi di titik-titik keramaian pada pagi hari sangat penting untuk membantu masyarakat menjalankan aktivitas, menjaga kelancaran lalu lintas, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.

Ia berharap, kegiatan tersebut terus dikembangkan melalui berbagai pendekatan yang humanis agar manfaat pelayanan kepolisian dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Selain memantau pelaksanaan tugas personel, Kapolda juga memberikan perhatian terhadap kedisiplinan pengendara, terutama dalam penggunaan helm sebagai perlengkapan keselamatan saat berkendara.

Tiga helm gratis diberikan kepada pengendara yang melintas tanpa menggunakan helm. Langkah ini menjadi bentuk edukasi persuasif agar masyarakat memahami bahwa penggunaan helm bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya melindungi diri ketika terjadi kecelakaan.

Jermias menegaskan, pendekatan persuasif melalui teguran dan imbauan akan terus dikedepankan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas.

Terkait situasi keamanan, Kapolda menilai kondisi Kota Timika secara umum cukup kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi landasan penting untuk membangun keamanan yang lebih baik melalui keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

“Saya pikir Timika secara umum kondusif. Ini merupakan fondasi yang baik bagi kita untuk membangun keamanan yang lebih konstruktif ke depan dengan melibatkan partisipasi masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Kapolda berharap Pemerintah Kabupaten Mimika bersama instansi terkait dan pihak swasta dapat memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan pengawasan lalu lintas. Salah satu langkah yang didorong ialah pemanfaatan kamera pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) serta penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus mendorong masyarakat agar semakin disiplin dalam mematuhi aturan lalu lintas.

“Kita kolaborasi saja yang terbaik buat masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, instansi terkait, pihak swasta, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga keamanan serta menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman di Kabupaten Mimika.

Melalui kegiatan Strong Point dan berbagai program pelayanan lainnya, Polri berharap kehadiran personel di ruang publik tidak hanya memperkuat pengamanan dan ketertiban lalu lintas, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat serta membangun kepercayaan terhadap institusi kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *