DaerahKecelakaanSosial Budaya

Pastor Alexander David Buntoro,SCJ., Meninggal Dunia Usai Ditemukan Tenggelam di Kolam Renang Kuala Kencana

53
×

Pastor Alexander David Buntoro,SCJ., Meninggal Dunia Usai Ditemukan Tenggelam di Kolam Renang Kuala Kencana

Sebarkan artikel ini
Petugas melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kolam renang kawasan Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, setelah Pastor Alexander David Buntoro, SCJ, atau Romo David, ditemukan tenggelam, (Foto: Istimewa/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Kabar duka menyelimuti umat Katolik di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Pastor Alexander David Buntoro,SCJ; yang akrab disapa Romo David, meninggal dunia setelah ditemukan tenggelam di kolam renang kawasan Kuala Kencana, Sabtu (17/10/2026).

Romo David sempat mendapatkan pertolongan dari petugas medis Klinik Kuala Kencana bersama tim Emergency Response Group (ERG). Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.41 WIT.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.30 WIT. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pemberitaan media lokal, seorang anak yang berada di sekitar kolam melihat benda berwarna gelap di dasar kolam dengan kedalaman sekitar tiga meter.

Setelah diperhatikan, benda tersebut ternyata tubuh seorang pria dalam posisi tengkurap. Anak itu kemudian meminta bantuan kepada orang dewasa yang berada di sekitar lokasi.

Seorang pengunjung selanjutnya turun ke kolam dan mengevakuasi korban ke tepi. Petugas kolam bersama tim tanggap darurat kemudian memberikan pertolongan awal.

Petugas medis Klinik Kuala Kencana bersama tim ERG melakukan resusitasi jantung paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR). Setelah mendapatkan penanganan awal, korban dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Caritas Timika.

Polisi Lakukan Olah TKP

Kanit Reskrim Polsek Kuala Kencana, Ipda Willy B., menjelaskan bahwa pihak kepolisian menerima laporan dari petugas keamanan PT Freeport Indonesia sekitar pukul 11.43 WIT.

Personel Polsek Kuala Kencana kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.

Sekitar pukul 13.00 WIT, tim identifikasi atau Inafis Polres Mimika tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan informasi pemeriksaan awal yang diberitakan media, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, penyebab pasti kematian Romo David belum dapat disimpulkan dan masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Informasi akses masuk yang diberitakan media juga menyebutkan bahwa korban memasuki area kolam renang sekitar pukul 08.55 WIT pada hari kejadian.

Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi yang memastikan penyebab korban tenggelam.

Sempat Mengikuti Misa Krisma

Sebelum peristiwa tersebut, Romo David diketahui berada di Timika untuk berpamitan sebelum melanjutkan tugas pelayanan ke Palembang, Sumatera Selatan.

Vikaris Yudisial Dewan Pimpinan Keuskupan Timika, Rd. Amandus Rahadat, Pr., menyampaikan bahwa almarhum sebelumnya mengikuti Misa Krisma di Gereja SP 2 pada Jumat (16/10/2026) malam.

Pada Sabtu pagi, almarhum pergi berenang di kawasan Kuala Kencana. Menurut keterangan Pastor Amandus yang dikutip media, Romo David memang terbiasa berenang.

Pastor Amandus juga menyebutkan bahwa almarhum memiliki riwayat keluhan saraf terjepit. Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan memiliki kaitan dengan peristiwa yang menyebabkan kematiannya.

Semasa hidupnya, Romo David diketahui telah menjalankan pelayanan pastoral di wilayah Kokonao selama kurang lebih satu tahun.

Kepergiannya meninggalkan duka bagi umat yang selama ini menerima pelayanan pastoralnya, serta keluarga besar Kongregasi Imam-Imam Hati Kudus Yesus (SCJ).

Jenazah Dibawa ke RSMM Caritas

Setelah dievakuasi dari kawasan Kuala Kencana, jenazah Romo David dibawa ke RSMM Caritas Timika untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang beredar pada Sabtu, Misa Requiem atau misa arwah dijadwalkan berlangsung pukul 18.30 WIT di kapela Caritas.

Sementara itu, jenazah direncanakan diberangkatkan ke Palembang pada Minggu (18/10/2026). Kepastian jadwal pemulangan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak Keuskupan Timika atau Kongregasi SCJ.

Kepergian Romo David menjadi kehilangan bagi umat Katolik di wilayah pelayanan Kokonao dan komunitas gereja di Mimika. Di tengah suasana duka, penyebab pasti kematiannya masih menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *