EkonomiNasional

Prabowo Ungkap Laba BUMN 2025 Capai Rp326 Triliun, Naik 75,3 Persen

36
×

Prabowo Ungkap Laba BUMN 2025 Capai Rp326 Triliun, Naik 75,3 Persen

Sebarkan artikel ini
Dalam pidato kenegaraan presiden RI, Prabowo membeberkan laba BUMN 2025 mencapai 75,3 persen setara dengan Rp326 Triliun (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

JAKARTA, Sidiknews.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengungkapkan adanya peningkatan signifikan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah pemerintah melakukan koreksi terhadap laporan keuangan sejumlah perusahaan pelat merah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang disiarkan secara langsung, Jumat (14/08/2026).

Prabowo menegaskan pemerintah membutuhkan angka-angka yang benar dan tepat dalam mengelola BUMN, meskipun angka tersebut terkadang tidak sesuai dengan harapan.

“Dengan laporan palsu, kita harus dapat angka-angka yang benar, angka yang tepat, walaupun kadang-kadang pahit,” ujar Prabowo.

Ia mengatakan pemerintah telah melakukan koreksi terhadap laporan keuntungan sejumlah BUMN. Setelah dilakukan koreksi, keuntungan BUMN pada 2024 tercatat sebesar Rp186 triliun.

Sementara itu, dividen BUMN yang disetorkan pada 2024 mencapai Rp85,5 triliun.

Menurut Prabowo, setelah dilakukan berbagai perbaikan, keuntungan BUMN pada 2025 meningkat menjadi Rp326 triliun, atau naik sekitar 75,3 persen dibandingkan 2024.

“Rp326 triliun ini adalah keuntungan tanpa permainan angka,” tegasnya.

Dividen BUMN yang disetorkan pada 2025 juga meningkat menjadi Rp142,3 triliun, atau naik sekitar 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Prabowo menjelaskan, kinerja dividen BUMN lebih tepat dilihat secara bersih dengan memperhitungkan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan melalui APBN kepada BUMN pada tahun yang sama.

Pada 2024, dividen BUMN setelah dikurangi PMN tercatat sekitar Rp53 triliun. Sementara pada 2025, angka tersebut meningkat menjadi Rp138 triliun, atau naik sekitar 160 persen.

Untuk 2026, Prabowo memproyeksikan dividen BUMN kembali meningkat hingga Rp200 triliun tanpa PMN.

“Artinya, dari 2024 ke 2026 naik dari Rp53 triliun ke Rp200 triliun atau bisa dikatakan empat kali lebih besar,” katanya.

Menurut Prabowo, peningkatan tersebut membuktikan bahwa dengan manajemen yang sehat dan pengelolaan yang transparan, kinerja BUMN dapat meningkat secara cepat.

Keuntungan BUMN untuk Hilirisasi

Prabowo mengatakan peningkatan keuntungan BUMN kini diarahkan untuk mempercepat program hilirisasi nasional.

Ia menyebut pemerintah telah melakukan groundbreaking sejumlah proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan kembali melaksanakan groundbreaking proyek lainnya pada 29 April 2026.

Proyek tersebut mencakup pengolahan batu bara menjadi DMA sebagai salah satu upaya menggantikan LPG, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, hingga pengembangan smelter alumina menjadi aluminium.

Menurut Prabowo, berbagai proyek hilirisasi tersebut berpotensi menciptakan puluhan ribu lapangan pekerjaan.

Selain itu, pemerintah juga mulai mengembangkan proyek waste to energy sebagai bagian dari pengelolaan limbah sekaligus pengembangan energi.

Prabowo menegaskan keuntungan BUMN tidak hanya digunakan untuk kepentingan perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk mempercepat proses hilirisasi dan penguatan sektor hulu atau upstreaming.

Indonesia Bidik Teknologi dan Pasar Global

Dalam upaya memperkuat ekonomi nasional, Prabowo mengatakan pemerintah juga akan mempertimbangkan pembelian perusahaan-perusahaan terbaik di dunia.

Langkah tersebut dilakukan agar Indonesia dapat memperoleh teknologi, hak kekayaan intelektual atau IP, manajemen, pasar serta pengalaman dari perusahaan global.

“Kita bisa dapat teknologinya, kita bisa dapat IP-nya, kita bisa dapat manajemen yang terbaik, kita bisa dapat pasarnya, kita bisa dapat pengalaman mereka,” kata Prabowo.

Ia menegaskan strategi tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing ekonomi Indonesia sekaligus mempercepat penguasaan teknologi.

“Sehingga nanti ekonomi kita akan kuat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *