Distribusi SubsidiKegiatan KeagamaanSosial Budaya

Terima Hibah Rp50 Juta, BUMDes Nawaripi Perkuat Wisata Religi dan Ekonomi Kampung

59
×

Terima Hibah Rp50 Juta, BUMDes Nawaripi Perkuat Wisata Religi dan Ekonomi Kampung

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Mimika menyalurkan hibah sebesar Rp50 juta kepada BUMDes Kampung Nawaripi untuk mendukung pengembangan usaha, wisata religi, serta penguatan ekonomi masyarakat kampung. Bantuan tersebut diharapkan mendorong kemandirian BUMDes sekaligus mendukung pengelolaan potensi lokal dan pelayanan sosial bagi masyarakat. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Pemerintah Kampung Nawaripi, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung atas bantuan hibah sebesar Rp50 juta kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Nawaripi.

Hibah tersebut diharapkan dapat memperkuat operasional dan pengembangan usaha BUMDes, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi serta mendukung berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat kampung.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, saat diwawancarai awak media di Aula Hotel Kanguru, Jumat (16/10/2026), mengatakan bantuan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kampung, terutama di tengah keterbatasan anggaran dana desa.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, dalam hal ini dinas terkait. Walaupun dana desa mengalami pengurangan, pemerintah daerah masih melihat kebutuhan kampung melalui pemberian hibah kepada BUMDes,” ujarnya.

Menurut Norman, BUMDes memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat. Selain menjalankan usaha, BUMDes Nawaripi juga mengelola sejumlah fasilitas sosial, seperti sekolah PAUD, perpustakaan, dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Ia menjelaskan, keberadaan BUMDes turut membantu pemerintah kampung menjalankan program pelayanan masyarakat, termasuk ketika terjadi keterlambatan dana operasional kampung.

Norman berharap bantuan hibah tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat usaha yang telah berjalan. Ia juga mengajak seluruh kepala kampung di Mimika agar lebih serius mengembangkan BUMDes sebagai salah satu sumber pendapatan dan penopang pembangunan kampung.

Direktur BUMDes Nawaripi, Rafael Taorekeyau, mengatakan hibah Rp50 juta itu akan digunakan untuk mendukung operasional serta program pengembangan usaha BUMDes.

Menurut Rafael, sejumlah potensi lokal telah dikembangkan, di antaranya objek wisata religi, kolam ikan, kolam dayung, dan usaha air minum. Ke depan, pihaknya juga merencanakan pembangunan museum seni untuk masyarakat Kampung Nawaripi sebagai bagian dari pengembangan kawasan wisata kampung.

“BUMDes ini penting untuk mendorong kemandirian pemerintah kampung. Karena itu, kami mengajak seluruh pemerintah kampung agar mengembangkan BUMDes di wilayah masing-masing,” kata Rafael.

Dorong Rumah Layak Huni di Wilayah Adat

Selain pengembangan ekonomi dan wisata, Rafael juga menyoroti kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat asli Nawaripi di kawasan yang direncanakan menjadi kampung wisata.

Ia mengatakan, pihaknya mendorong pemerintah agar pembangunan rumah bagi masyarakat tetap memperhatikan wilayah adat yang telah disiapkan. Menurutnya, keberadaan masyarakat di kawasan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, tetapi juga upaya menjaga dusun dan aset adat mereka.

Rafael menjelaskan, sebelumnya terdapat rencana pembangunan rumah bagi masyarakat di kawasan tersebut. Namun, rencana itu menjadi pembahasan karena adanya perbedaan pandangan terkait lokasi pembangunan antara pihak-pihak terkait.

Ia berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan dinas teknis, distrik, dan pemerintah kampung agar pembangunan rumah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta memperhatikan status kepemilikan tanah.

“Kami berharap pemerintah membangun rumah di lokasi yang sudah disiapkan, sesuai wilayah adat masyarakat Kampung Nawaripi. Dengan begitu, masyarakat bisa tinggal di sana sekaligus menjaga dusun dan aset mereka,” ujarnya.

Menurut Rafael, pengembangan kawasan wisata religi di Nawaripi diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Warga nantinya dapat terlibat dalam pengelolaan objek wisata sehingga membuka peluang kegiatan ekonomi baru.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan dukungan pemerintah karena kemampuan anggaran kampung maupun BUMDes masih terbatas.

Melalui dukungan hibah dan pembangunan infrastruktur yang sesuai kebutuhan masyarakat, BUMDes Nawaripi diharapkan semakin berkembang sebagai penggerak ekonomi lokal, penyedia layanan sosial, sekaligus bagian dari upaya menjaga wilayah adat masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *