TIMIKA, Sidiknews.id – Dugaan kekerasan terhadap istri Kepala Distrik Mimika Timur terjadi di lingkungan Kantor Distrik Mimika Timur, Jumat (7/8/2026). Peristiwa tersebut disebut dipicu perselisihan yang melibatkan seorang perempuan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Informasi tersebut diperoleh Sidiknews.id dari sejumlah sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut sumber, perselisihan bermula ketika istri Kepala Distrik Mimika Timur yang juga menjabat sebagai Ketua TP-PKK Distrik Mimika Timur menegur oknum PPPK perempuan tersebut karena dinilai tidak menghargai dirinya sebagai istri pimpinan.
Situasi kemudian memanas setelah istri kepala distrik disebut merasa mendapat perlakuan yang dianggap sebagai ancaman akan dipukul. Karena merasa terancam, ia kemudian langsung menegur dan memarahi oknum PPPK tersebut.
“Awalnya karena ada persoalan sikap dan komunikasi. Ibu merasa tidak dihargai dan merasa seperti diancam mau dipukul, sehingga langsung menegur pegawai tersebut,” ungkap salah satu sumber.
Tidak lama berselang, Kepala Distrik Mimika Timur disebut keluar dari ruangan kantor. Menurut sumber, kepala distrik kemudian diduga melayangkan tamparan keras ke pipi istrinya.
Kejadian tersebut disebut disaksikan sejumlah pegawai yang berada di kantor serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Disebut Bukan Pertama Kali
Sumber lainnya mengungkapkan, persoalan yang melibatkan oknum PPPK perempuan tersebut disebut bukan kali pertama terjadi.
Oknum pegawai tersebut disebut telah beberapa kali menjadi sumber ketegangan karena dinilai tidak menunjukkan sikap yang dianggap sopan, baik dalam perkataan maupun perbuatan, terhadap pimpinan dan istrinya.
Bahkan, menurut sumber, persoalan serupa disebut telah terjadi dua kali. Salah satunya disebut terjadi pada 2025, ketika muncul dugaan adanya hubungan khusus antara oknum PPPK perempuan tersebut dengan pimpinan sebelumnya.
Persoalan tersebut, menurut sumber, bahkan sempat berkembang hingga melibatkan pihak yang berwajib.
“Sudah pernah terjadi persoalan yang sama pada 2025 dan waktu itu sampai berurusan dengan pihak yang berwajib. Sekarang dengan pimpinan yang baru, persoalan seperti ini kembali muncul,” kata sumber.
Sumber juga menyebut, persoalan tersebut diduga menjadi salah satu pemicu keributan antara Kepala Distrik Mimika Timur dan istrinya, baik ketika berada di kantor maupun saat mengikuti kegiatan bersama di luar kantor.
Menurut sumber, ketegangan tersebut diduga berkaitan dengan cara berkomunikasi serta sikap oknum PPPK perempuan yang dinilai tidak menunjukkan sopan santun sebagaimana layaknya seorang pegawai terhadap pimpinan dan keluarga pimpinan.
Namun, seluruh informasi mengenai dugaan hubungan khusus, ancaman, maupun dugaan kekerasan tersebut masih berdasarkan keterangan sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Sidiknews.id belum memperoleh konfirmasi langsung dari Kepala Distrik Mimika Timur, istrinya, maupun oknum PPPK perempuan yang disebut dalam informasi tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan kekerasan yang disebut terjadi pada Jumat (7/8/2026).
Sidiknews.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Kabupaten Mimika dan aparat penegak hukum, untuk memastikan kronologi kejadian serta memberikan ruang bagi seluruh pihak yang disebutkan untuk menyampaikan klarifikasi.
Berita ini akan diperbarui setelah diperoleh keterangan resmi dari pihak terkait.







