DaerahPembangunanPemerintahan Daerah

Dari Kota hingga Pedalaman, Rettob Pastikan Pembangunan Mimika Berjalan Merata

48
×

Dari Kota hingga Pedalaman, Rettob Pastikan Pembangunan Mimika Berjalan Merata

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika Johannes Rettob saat meninjau pembangunan dan pelayanan masyarakat, menggambarkan komitmen pemerintah daerah memastikan pembangunan berjalan merata dari wilayah perkotaan hingga pedalaman Mimika (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pembangunan di Kabupaten Mimika harus dilakukan secara merata dan tidak hanya berpusat di wilayah perkotaan.

Menurut Rettob, pembangunan harus menjangkau kampung hingga wilayah pedalaman, terutama melalui pembangunan infrastruktur dasar seperti jembatan dan akses penghubung antarkampung.

Hal itu disampaikan Rettob saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (7/9/2026).

Rettob mengatakan, sejumlah pembangunan jembatan di wilayah pedalaman telah dilakukan melalui program pemerintah daerah maupun program strategis nasional (PSN) yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI.

“Beberapa dari pedalaman sudah kita bangun. Jembatan itu sudah ada. Saya tidak hafal, nanti di PU yang tahu,” kata Rettob.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan kebutuhan di lapangan. Salah satunya adalah pembangunan jembatan di Yoko yang baru saja dimulai.

Rettob berharap pembangunan akses dari kampung menuju kota dapat terus dilanjutkan sehingga mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman.

Selain pembangunan infrastruktur dasar, Pemerintah Kabupaten Mimika juga tengah merancang pembangunan pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pedalaman yang selama ini belum tersentuh pembangunan secara optimal.

Namun, kata Rettob, pembangunan kawasan baru tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Dibutuhkan perencanaan yang matang agar pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan dilaksanakan secara bertahap.

“Ada memang masalah-masalah yang terkait dengan rencana pembangunan pusat ekonomi baru yang kita kembangkan di pedalaman yang tidak pernah kita sentuh. Kita tidak bisa bangun begitu saja, kita harus merencanakan dulu,” ujarnya.

Rettob menegaskan, pemerintah memiliki komitmen agar hasil pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Mimika.

Ia menekankan pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di tengah kota, tetapi harus menyentuh seluruh wilayah secara berkeadilan.

“Niat kami baik untuk pembangunan ini. Tidak bisa pembangunan hanya di tengah kota. Kita harus bangun semua, semua merasa pembangunan harus merata,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *