KementrianKetahanan PanganPertanian

Kekeringan Mengancam, DTPHP Mimika Siapkan Jaringan Irigasi di 12 Titik

18
×

Kekeringan Mengancam, DTPHP Mimika Siapkan Jaringan Irigasi di 12 Titik

Sebarkan artikel ini
Plt Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, menyampaikan langkah antisipasi dampak kekeringan dengan menyiapkan 12 titik Jaringan Irigasi Air Tanah Dalam (JIAT) untuk mendukung kebutuhan air di sentra-sentra pertanian dan menjaga ketahanan pangan masyarakat (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id — Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak El Nino terhadap sektor pertanian, termasuk potensi penurunan produksi dan kenaikan harga pangan.

Plt Kepala DTPHP Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudharmono, mengatakan dalam jangka pendek petani masih dapat mengantisipasi kekeringan melalui pengembangan padi gogo serta pembuatan sumur di sekitar lahan pertanian.

“Jangka pendek ini, sawah juga masih bisa kita atasi dengan pertanian padi gogo. Kemudian yang sangat dibutuhkan adalah sayur-mayur, terutama cabai, karena itu juga yang membuat inflasi,” ujar Abdul Haris saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (14/9/2026).

Menurutnya, tanaman sangat membutuhkan ketersediaan air. Namun, jika kondisi kekeringan berlangsung dalam waktu lama, dampaknya terhadap produksi pertanian akan semakin besar.

Ia menyebut El Nino merupakan faktor alam yang tidak dapat dihindari. Karena itu, pihaknya terus melakukan pendampingan kepada petani melalui tenaga penyuluh yang berada di lapangan.

“Langkah-langkah itu ada penyuluh pertanian di lapangan yang rutin memberikan arahan,” katanya.

Selain pendampingan, pemerintah juga akan membangun sejumlah jaringan irigasi untuk membantu memenuhi kebutuhan air di kawasan pertanian yang mengalami tingkat kekeringan tinggi.

Program tersebut melalui Jaringan Irigasi Air Tanah Dalam (JIAT) yang bersumber dari pemerintah pusat dan dijadwalkan mulai dibangun tahun ini melalui bidang sarana dan prasarana.

“Kalau saya tidak salah, sekitar 12 titik,” ungkap Abdul Haris saat ditanya jumlah titik pembangunan JIAT.

Ia menjelaskan, pembangunan fasilitas tersebut diarahkan ke sentra-sentra pertanian, termasuk kawasan persawahan dan wilayah yang membutuhkan dukungan air untuk pengembangan tanaman.

Pembangunan tidak dilakukan di lahan milik pribadi, melainkan melalui kelompok tani yang telah terdata dan diverifikasi.

“Dibangun di kelompok-kelompok tani. Semua dibangun di kelompok, tidak ada di pribadi-pribadi,” tegasnya.

Abdul Haris mengatakan data kelompok tani terlebih dahulu disampaikan melalui pemerintah provinsi untuk dilakukan verifikasi sebelum diteruskan ke pemerintah pusat. Menurutnya, pembentukan kelompok tani juga memiliki ketentuan sehingga tidak bisa dilakukan sembarangan.

Ia menambahkan, bantuan sektor pertanian pada umumnya berasal dari Kementerian Pertanian, sementara pembangunan jaringan irigasi menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.

Dampak El Nino, lanjutnya, tidak hanya berpotensi menurunkan produksi pertanian, tetapi juga dapat memicu inflasi ketika pasokan barang di pasar berkurang.

“Penurunan produksi dan terjadi inflasi. Dengan sendirinya barang akan berkurang di pasar. Biaya produksi juga tinggi,” jelasnya.

Abdul Haris mencontohkan komoditas cabai yang menurut pengamatannya di pasar telah berada pada kisaran Rp125 ribu hingga Rp150 ribu.

Ia juga menyoroti distribusi bahan pangan melalui kapal. Menurutnya, ketika kapal tiba, sebagian barang dapat dibeli dalam jumlah besar untuk dibawa ke daerah lain yang menawarkan harga lebih tinggi. Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi harga komoditas di Mimika.

Untuk menjaga ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, Abdul Haris mendorong masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam kebutuhan pangan.

“Untuk itu kita bisa tanam juga di rumah-rumah untuk menjaga ketahanan pangan keluarga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *