Timika, Sidiknews.id – Ketua Alumni Papeda-YPMAK, Hilarius Dolame, mendesak Pemerintah Kabupaten Mimika bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar memprioritaskan pembangunan universitas di Mimika sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Papua.
Menurut Hilarius, keberadaan perguruan tinggi di Mimika sangat penting untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya Orang Asli Papua (OAP), tanpa harus meninggalkan daerah untuk melanjutkan kuliah ke luar Papua.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media di kantornya, Selasa (20/10/2026).
Ia menilai, pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum perlu berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang berkualitas.
“Pemerintah harus berpikir tentang masa depan anak cucu di Kabupaten Mimika. Salah satu yang perlu dilakukan adalah membangun universitas untuk kepentingan generasi muda di daerah ini,” ujarnya.
Hilarius menyayangkan belum tersedianya universitas yang dibangun pemerintah di Mimika sebagaimana yang ia harapkan. Padahal, menurutnya, daerah ini memiliki potensi sumber daya ekonomi yang dapat menjadi modal untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan.
Ia berharap pemerintah mulai menyusun perencanaan yang matang, termasuk menentukan skema pembiayaan, lokasi pembangunan, program studi yang dibutuhkan, serta tata kelola perguruan tinggi agar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Menurutnya, keberadaan universitas di Mimika akan membantu anak-anak Papua memperoleh kesempatan pendidikan tinggi yang lebih mudah dijangkau. Selain itu, perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu mencetak tenaga profesional yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Supaya anak-anak kita tidak harus selalu keluar daerah untuk kuliah di Jawa. Kita bisa mendatangkan tenaga pengajar ke sini, sehingga generasi muda dapat menempuh pendidikan tinggi di daerah sendiri,” katanya.
Hilarius juga menyoroti kondisi lulusan perguruan tinggi yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Ia menyebut terdapat lulusan hingga jenjang magister (S2) dan doktor (S3) yang belum terserap ke dunia kerja.
Karena itu, ia menilai pembangunan universitas perlu disertai perencanaan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, sehingga lulusan tidak hanya memperoleh gelar akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk bekerja maupun menciptakan lapangan usaha.
Ia menegaskan bahwa pembangunan universitas bukan semata-mata untuk kepentingan masyarakat umum, melainkan juga merupakan investasi bagi masa depan generasi muda Papua, terutama anak-anak asli Mimika.
Selain mendorong pembangunan universitas, Hilarius kembali menekankan pentingnya pembenahan tata kelola dana Otonomi Khusus (Otsus). Menurutnya, anggaran Otsus perlu dikelola secara transparan dan terukur agar program pendidikan dapat menjadi prioritas yang nyata.
Ia mengusulkan pembentukan badan khusus pengelola dana Otsus yang dapat memastikan alokasi anggaran bagi pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi berjalan sesuai sasaran.
Menurut Hilarius, pembangunan universitas dan pembenahan pengelolaan dana Otsus merupakan dua hal yang saling berkaitan. Keduanya membutuhkan komitmen pemerintah, perencanaan yang jelas, serta pengawasan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dapat mulai membahas langkah konkret untuk merealisasikan pembangunan perguruan tinggi di Mimika.
“Anggaran yang besar harus bisa memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Pemerintah perlu fokus membangun universitas untuk kepentingan anak cucu dan masa depan generasi muda di daerah ini,” tutupnya.







