HukrimKeamananKriminal

Dua Anak Tewas Dibunuh, Bupati Rettob Siapkan Operasi “Silent” di Timika

27
×

Dua Anak Tewas Dibunuh, Bupati Rettob Siapkan Operasi “Silent” di Timika

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika Johannes Rettob menyatakan pemerintah bersama aparat keamanan akan menyiapkan langkah pengamanan menyusul kasus pembunuhan dua anak di Timika. Rettob menyebut operasi keamanan akan dilakukan dalam waktu dekat (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Bupati Mimika Johannes Rettob mengecam keras kasus pembunuhan terhadap dua anak yang terjadi di Timika. Ia menilai kejadian tersebut sangat memprihatinkan dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi gangguan keamanan.

“Kami mengutuk keras tindakan yang terjadi di Timika atas pembunuhan dua anak yang terjadi kemarin. Kita sedih karena pembunuhan pada anak-anak yang tidak punya dosa,” tegas Rettob saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (31/8/2026).

Rettob meminta masyarakat, terutama para orang tua, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak dan membatasi aktivitas di luar rumah pada malam hari apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Kalau tidak punya kepentingan apa-apa malam hari, tidak usah keluar,” imbaunya.

Tak hanya meminta masyarakat waspada, Rettob mengatakan pemerintah daerah bersama aparat keamanan akan mengambil langkah untuk memperkuat keamanan di wilayah Timika.

Ia bahkan menyebut operasi keamanan akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, Rettob memilih tidak mengungkapkan secara terbuka bentuk maupun teknis operasi tersebut.

“Dalam waktu sangat dekat segera kita lakukan operasi-operasi. Saya tidak akan sampaikan di depan umum, tetapi ini merupakan operasi silent yang akan membuat aman,” ujarnya.

Rettob juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, situasi keamanan harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.

Ia menegaskan pemerintah daerah tidak ingin kembali kehilangan warga maupun aparatur akibat situasi keamanan yang tidak kondusif.

“Kita jaga diri masing-masing. Kalian jaga anak-anak yang remaja, jangan suruh keluar malam-malam. Kita jaga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *