Bencara AlamLingkungan HidupPemerintahan Daerah

Hujan Turun, Sungai Masih Kering! Bupati Rettob Minta Warga Tak Lengah

33
×

Hujan Turun, Sungai Masih Kering! Bupati Rettob Minta Warga Tak Lengah

Sebarkan artikel ini
Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Timika, namun kondisi sejumlah sungai masih mengalami kekeringan. Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan masyarakat agar tetap waspada dan bijak menggunakan air hingga kondisi sumber air kembali normal (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Mimika dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya mengakhiri persoalan kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Bupati Mimika Johannes Rettob meminta masyarakat tetap waspada dan tidak lengah meskipun hujan mulai turun.

Rettob mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan berbagai langkah antisipasi terhadap dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga April 2027.

Namun, kondisi cuaca belakangan menunjukkan perubahan dengan turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir.

“Ternyata dia meleset, karena hujan sehari ini yang terus,” kata Rettob saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (31/8/2026).

Rettob berharap hujan yang turun selama dua hari dapat membantu mengisi kembali sumur-sumur warga yang sebelumnya mengering akibat kekeringan.

“Saya harap dengan hujan dua hari ini, yang sumur-sumur kering itu sudah bisa dipakai lagi,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah wilayah yang menghadapi persoalan kekeringan, terutama karena debit sungai yang masih rendah.

Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Rettob, tetap memberikan pelayanan air bersih melalui pompa dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang telah disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak.

Pola distribusi air juga disesuaikan dengan kondisi sumber air di lapangan. Jika sebelumnya pelayanan dilakukan pada pagi dan siang hari, kini distribusi air lebih difokuskan pada sore hari.

“Sekarang kita hanya lakukan sore hari saja. Paginya kita pakai untuk tanggul karena sungai saja kering,” jelasnya.

Rettob meminta masyarakat tetap menghemat penggunaan air dan tidak menganggap persoalan kekeringan telah berakhir hanya karena hujan mulai turun.

Ia berharap curah hujan yang terjadi dapat terus meningkat sehingga sumur-sumur warga dan sumber air lainnya kembali normal serta kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *