RAHA, Sidiknews.id – Kapal Landing Craft Tank (LCT) Legenda Nusantara 699 mengalami kebakaran di Perairan Kabaena, Selat Tiworo, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/9/2026).
Sebanyak 13 awak kapal atau Person on Board (POB) berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian. Namun, dua awak kapal dilaporkan meninggal dunia, masing-masing Mualim II dan Juru Minyak III.
Sementara itu, empat awak kapal lainnya menjalani perawatan intensif di RSUD dr. H. LMS Baharuddin, M.Kes., Kabupaten Muna. Tujuh awak kapal lainnya dilaporkan dalam kondisi selamat.
Penanganan evakuasi dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raha bersama instansi terkait.
Kepala Kantor UPP Kelas II Raha, Hamjan, mengatakan pihaknya langsung melakukan koordinasi setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.
“Begitu menerima informasi kejadian, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait dan mengerahkan upaya untuk melakukan evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Keselamatan dan penyelamatan awak kapal menjadi prioritas utama dalam penanganan ini,” ujar Hamjan.
Koordinasi dilakukan bersama Polres Muna, Pol Air Raha, Staf Operasi Basarnas Kendari, Wilker Tampo UPP Raha dan sejumlah instansi terkait lainnya.
Hamjan mengatakan, setelah proses evakuasi selesai, pihaknya memastikan para korban yang membutuhkan pertolongan medis segera mendapatkan penanganan.
“Setelah seluruh awak kapal berhasil dievakuasi, kami memastikan para korban mendapatkan penanganan medis sesuai dengan kondisi masing-masing. Kami juga terus memantau perkembangan kondisi mereka,” katanya.
Pihak berwenang saat ini masih mendalami penyebab pasti meninggalnya dua awak kapal tersebut melalui pemeriksaan lanjutan dan pengumpulan keterangan.
Hamjan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait penyebab kematian kedua korban dan menunggu hasil resmi penyelidikan.
Berdasarkan laporan awal, LCT Legenda Nusantara 699 sedang dalam perjalanan dengan rute Jakarta–Morowali dengan membawa alat berat dan muatan bahan kimia (chemical).
Kapal diduga mengalami guncangan akibat gelombang dari arah samping yang menyebabkan muatan bergeser. Pergeseran tersebut diduga membuat tangki IBC berisi chemical mengalami kebocoran.
Cairan yang bocor kemudian mengenai bagian kapal berbahan plat besi serta palet atau tangki lainnya. Kondisi tersebut menimbulkan asap pekat hingga akhirnya memicu kobaran api.
Setelah mengalami kebakaran, LCT Legenda Nusantara 699 dilaporkan tenggelam. Sementara itu, muatan chemical dilaporkan tumpah ke perairan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut bersama instansi terkait kini terus melakukan koordinasi untuk mengantisipasi dan menangani dampak tumpahan chemical terhadap lingkungan laut.
Penanganan tersebut dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan jiwa serta perlindungan terhadap lingkungan laut.











