Bencara AlamKetahanan PanganNasional

Menteri Pertanian Terima Laporan Dampak El Nino pada 30 Ribu Hektare Lahan, Pemerintah Klaim Stok Beras Aman

37
×

Menteri Pertanian Terima Laporan Dampak El Nino pada 30 Ribu Hektare Lahan, Pemerintah Klaim Stok Beras Aman

Sebarkan artikel ini
Mentan Andi Amran Sulaiman di Kantor Kementan, Jakarta Selatan memberikan pernyataan mengenai ketahanan pangan setelah menerima laporan dampak El-Nino (Foto: ilustrasi / Sidiknews.id)

JAKARTA, Sidiknews.id – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, telah menerima laporan terbaru mengenai dampak fenomena iklim El Nino terhadap sektor pertanian nasional. Berdasarkan data yang diterima hingga Kamis (27/8), luas lahan pertanian yang terdampak kekeringan akibat El Nino tercatat mencapai 30 ribu hektare. Meskipun angka ini menunjukkan adanya dampak nyata, Amran menegaskan bahwa jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total luas tanam nasional yang mencapai 11 juta hektare.

“Laporan terakhir yang kami terima menunjukkan angka sekitar 30 ribuan hektare. Itu masih kecil karena total luas tanam kita 11 juta hektare,” ujar Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Langkah Antisipasi Pemerintah dan Kondisi Stok Beras

Untuk menghadapi dampak El Nino, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi sejak dini. Langkah-langkah yang diambil meliputi optimalisasi sistem irigasi, pengaktifan pompanisasi di daerah rawan kekeringan, pembangunan dan pemanfaatan embung (kolam penampung air), penyediaan benih varietas tahan kekeringan, serta program cetak sawah baru dan optimalisasi lahan rawa. Menurut Amran, upaya-upaya ini terbukti efektif dalam menjaga ketahanan pangan, dengan stok beras nasional saat ini berada di angka 5 juta ton, yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam beberapa bulan ke depan.

“Kami lakukan irigasi, pompanisasi, embung, benih tahan kekeringan, cetak sawah, dan optimalisasi rawa. Alhamdulillah, hari ini stok kita masih 5 juta ton. Itu aman,” jelasnya.

Pernyataan Presiden Prabowo soal Ketahanan Pangan dan Swasembada

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pandangannya mengenai kondisi ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global yang dipicu oleh cuaca ekstrem. Dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8), Prabowo menyatakan bahwa kondisi pangan Indonesia saat ini berada dalam status aman, dan ia optimistis bahwa negara ini mampu menghadapi tantangan El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang paling dahsyat dalam beberapa tahun terakhir.

“Dalam urusan pangan dan makanan untuk rakyat Indonesia, kita berada dalam keadaan aman. Kita akan mampu menghadapi tantangan-tantangan, termasuk El Nino yang disebut-sebut sebagai yang paling dahsyat tahun ini,” ujar Prabowo.

Di sisi lain, Presiden juga mengklaim bahwa target swasembada pangan yang semula direncanakan dapat tercapai dalam waktu empat tahun, ternyata berhasil direalisasikan hanya dalam satu tahun masa kepemimpinannya. Capaian ini dinilai sebagai hasil dari kebijakan strategis dan kerja keras seluruh jajaran terkait di sektor pertanian.

“Swasembada pangan yang dulu kami targetkan dalam 4 tahun, ternyata berhasil kami capai dalam waktu 1 tahun,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *