AdministrasiOrmasPendidikan

Papeda YPMAK Pastikan Beasiswa Menyasar Anak Kurang Mampu, Alumni Akan Dipetakan

36
×

Papeda YPMAK Pastikan Beasiswa Menyasar Anak Kurang Mampu, Alumni Akan Dipetakan

Sebarkan artikel ini
Ketua Papeda YPMAK Timika, Hilarius Dolame, menyampaikan program beasiswa diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Papeda YPMAK juga melakukan pendataan alumni untuk memetakan pendidikan, pekerjaan, dan pemberdayaan lulusan sebagai dasar pembinaan SDM ke depan. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id)

TIMIKA, Sidiknews.id — Ketua Papeda YPMAK Timika, Hilarius Dolame, menegaskan program beasiswa yang diberikan melalui YPMAK diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Hilarius saat diwawancarai awak media di kantornya, Jalan Restu, Timika, Jumat (11/9/2026).

Menurut Hilarius, proses pemberian beasiswa dilakukan melalui mekanisme seleksi dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga calon penerima. Program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi anak-anak dari kampung maupun daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.

“Beasiswa ini diprioritaskan kepada orang yang tidak mampu, orang tuanya. Kemudian melalui seleksi,” kata Hilarius.

Ia menjelaskan, program pendidikan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa yang kuliah di dalam Kota Timika. Penerima beasiswa dapat menempuh pendidikan di berbagai kota studi di Tanah Papua maupun sejumlah kota lainnya di Indonesia.

Beberapa kota yang menjadi lokasi pendidikan antara lain Jayapura, Manokwari, Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Manado hingga Makassar. Bahkan, terdapat pula penerima yang menempuh pendidikan hingga ke luar negeri.

“Beasiswa ini dapat diberikan di seluruh Tanah Papua dan di kota-kota tempat terdapat perguruan tinggi. Ada Jayapura, Manokwari, kemudian Semarang, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, sampai Manado dan Makassar. Bahkan ada juga yang ke luar negeri,” jelasnya.

Papeda Fokus Kelola Data Alumni

Hilarius mengatakan, Papeda YPMAK memiliki fokus pada pengelolaan data dan pemberdayaan alumni. Pendataan diperlukan untuk memastikan keberadaan para lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, alumni akan dipetakan berdasarkan kondisi masing-masing, terutama mereka yang sudah bekerja dan yang belum bekerja.

“Yang lulus itu kita data. Sudah bekerja berapa, belum bekerja berapa. Yang belum bekerja ini kita lihat sisi lemahnya di mana,” ujarnya.

Ia mengatakan, alumni yang belum bekerja nantinya akan dianalisis untuk mengetahui penyebabnya. Apakah karena belum terserap dunia kerja atau karena masih memiliki kekurangan dari sisi akademik maupun kompetensi.

Jika ditemukan kekurangan kapasitas, alumni tersebut akan diarahkan untuk mendapatkan pembinaan sesuai kebutuhan.

“Kalau memang ada kelemahan, otomatis kita akan bina mereka. Kita lihat kemampuan dan kapasitasnya, kemudian kita arahkan sesuai dengan bidangnya,” katanya.

Hilarius menegaskan, tugas Papeda dalam hal ini berbeda dengan lembaga yang menangani pengembangan dan pembinaan peserta beasiswa.

“Kalau untuk pengembangan, misalnya anak yang belum sekolah kemudian kita sekolahkan, itu bagian pengembangan. Kami di sini fokus pada pengelolaan data alumni dan pemberdayaan alumni,” jelasnya.

Pastikan Data Lulusan Akurat

Menurut Hilarius, pendataan juga menjadi bagian penting untuk memastikan setiap lulusan dapat diketahui keberadaannya setelah menyelesaikan pendidikan.

Hal ini sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap program pendidikan yang selama ini telah diberikan.

“Kita harus memastikan lulusan itu sekarang ada di mana, bekerja di mana, dan bagaimana kondisinya. Itu yang kita pastikan melalui pendataan,” katanya.

Ia menambahkan, jumlah mahasiswa yang diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan pada tahun ini cukup banyak. Namun, pihaknya belum dapat memastikan jumlah keseluruhannya karena proses pendataan masih berjalan.

Hilarius menyebut beberapa lokasi pengiriman mahasiswa antara lain Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Semarang, Malang dan Surabaya.

“Yang kemarin berangkat cukup banyak. Tapi kami belum bisa memastikan jumlahnya karena masih dalam proses pendataan,” ujarnya.

Berasal dari Berbagai Kampung

Hilarius menegaskan, penerima program pendidikan berasal dari berbagai wilayah, termasuk anak-anak dari kampung yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Program tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada anak-anak daerah untuk memperoleh pendidikan sejak jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Ia mengatakan, pendekatan dari tingkat kampung penting dilakukan agar anak-anak yang memiliki potensi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.

“Dari kampung-kampung juga kita lihat. Anak-anak yang dari awal belum masuk sekolah, kemudian diberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan,” katanya.

Hilarius berharap program beasiswa dan pendataan alumni dapat berjalan secara berkesinambungan sehingga lulusan yang telah mendapatkan dukungan pendidikan dapat kembali memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah.

“Intinya kita ingin memastikan anak-anak ini sekolah, lulus, kemudian mampu bekerja dan memberikan kontribusi bagi daerahnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *