KementrianPembangunanPemerintahan Daerah

8 Kampung di Mimika Dapat Program Kampung Nelayan Merah Putih 2026

25
×

8 Kampung di Mimika Dapat Program Kampung Nelayan Merah Putih 2026

Sebarkan artikel ini
Kampung Nelayan Merah Putih. Sebanyak delapan kampung di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendapat program pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 untuk memperkuat infrastruktur dan ekosistem perikanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id)

TIMIKA, Sidiknews.id – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mendapat dukungan program strategis nasional melalui pembangunan delapan Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026.

Program yang merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kabupaten Mimika.

Plt Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Klemens Ohoilulin, mengatakan delapan kampung telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

“Untuk Kabupaten Mimika di tahun 2026 sudah ada delapan kampung yang siap dibangun,” kata Klemens Ohoilulin di Timika, Rabu (19/8/2026).

Delapan lokasi tersebut tersebar di sejumlah distrik. Di Distrik Mimika Timur terdapat Kampung Pomako yang ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih tipe HAP.

Selanjutnya, Kampung Atuka di Distrik Mimika Tengah dan Kampung Kyura di Distrik Mimika Barat ditetapkan sebagai kampung penyangga.

Sementara di Distrik Mimika Barat Tengah terdapat Kampung Mopuruka dan Pronggo. Kemudian di Distrik Amar terdapat Kampung Amar dan Ipiri.

Satu lokasi lainnya berada di Kampung Potoway Buru, Distrik Mimika Barat Jauh.

Konsep HAP dan Kampung Penyangga

Klemens menjelaskan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih tidak sekadar membangun fasilitas fisik, tetapi juga membentuk keterhubungan antara kampung utama atau HAP dengan sejumlah kampung penyangga.

Hasil tangkapan nelayan dari kampung penyangga nantinya dapat disalurkan ke kampung HAP untuk dikelola dan didistribusikan melalui sistem perikanan yang lebih terintegrasi.

“Jadi ada kampung nelayan HAP yang membawahi beberapa kampung nelayan penyangga,” jelasnya.

Setiap Kampung Nelayan Merah Putih juga akan mendapatkan dukungan tenaga pendamping. Menurut Klemens, masing-masing kampung akan didampingi tiga orang tenaga pendamping untuk membantu pengelolaan dan pengembangan program.

Fasilitas Disesuaikan Tipe Kampung

Untuk kampung tipe penyangga, fasilitas yang disiapkan antara lain tambatan perahu, sentra pendaratan ikan, gudang es portabel berkapasitas tiga ton, kios perbekalan, sentra kuliner, gedung genset, akses jalan tipe deck on pile, gapura, ikon kawasan, menara penampungan air, sumur bor, tugu, serta lampu penerangan.

Sedangkan kampung tipe HAP mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap.

Di antaranya jembatan perahu, shelter pendaratan ikan, gudang beku portabel berkapasitas 20 ton, pabrik es portabel tiga ton, sentra kuliner, kios perbekalan, fasilitas docking perahu dan bengkel, kantor pengelola, tempat sampah, menara dan penampungan air, lampu penerangan kawasan, rumah genset, akses jalan deck on pile, gapura dan ikon kawasan, hingga fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Nilai Investasi Masih Menunggu Kontrak

Terkait nilai investasi, Klemens mengatakan pihaknya masih menunggu informasi resmi setelah kontrak pembangunan selesai.

Sebelumnya, pihaknya mendapat informasi mengenai estimasi anggaran sekitar Rp20 miliar untuk setiap kampung. Namun, angka tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu informasi resmi.

“Kami belum tahu nominal pastinya setelah kontrak. Jadi untuk angka anggaran maupun progres pembangunan, kami masih menunggu laporan,” katanya.

Dinas Perikanan Segera Cek Progres

Klemens mengaku hingga kini belum menerima laporan terbaru dari pihak kontraktor terkait perkembangan pembangunan di delapan lokasi tersebut.

Karena itu, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika berencana melakukan pengecekan langsung kepada para kontraktor untuk memastikan progres pekerjaan di lapangan.

“Saya berencana besok, tanggal 18, menelepon para kontraktor untuk mengecek terkait progres yang sudah dikerjakan,” ujarnya.

Pemkab Mimika berharap kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat rantai produksi perikanan, mulai dari penangkapan, pendaratan, penyimpanan, pengolahan hingga pemasaran hasil laut.

Dengan pola HAP dan kampung penyangga, program tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga membangun sistem perikanan yang lebih terintegrasi serta memberikan nilai tambah bagi nelayan dan masyarakat pesisir di Mimika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *