DaerahKesehatanPemerintahan Daerah

Dinkes Mimika Tambah 4 Alat TCM, Perkuat Deteksi dan Diagnosis TBC di Pesisir

17
×

Dinkes Mimika Tambah 4 Alat TCM, Perkuat Deteksi dan Diagnosis TBC di Pesisir

Sebarkan artikel ini
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika menyiapkan pengadaan empat alat Tes Cepat Molekuler (TCM) untuk puskesmas di wilayah pesisir guna memperkuat pemeriksaan, deteksi, dan diagnosis Tuberkulosis (TBC) (foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

Timika, Sidiknews.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melakukan pengadaan empat alat Tes Cepat Molekuler (TCM) pada tahun 2026 untuk memperkuat pemeriksaan dan diagnosis Tuberkulosis (TBC), khususnya di wilayah pesisir.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, mengatakan pengadaan alat TCM tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam mempercepat penjaringan, penemuan, pemeriksaan hingga diagnosis kasus TBC di Mimika.

Hal itu disampaikan Godfried saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Ultima, Kamis (17/9/2026).

“Untuk tahun 2026, kita ada pengadaan empat alat TCM untuk puskesmas di wilayah pesisir. Ini salah satu cara untuk mendukung kegiatan bagaimana menjaring, menemukan, melakukan pemeriksaan serta mendiagnosis terkait dengan penyakit TBC di Kabupaten Mimika,” ujar Godfried.

Ia menjelaskan, saat ini belum seluruh puskesmas di Mimika memiliki peralatan TCM. Fasilitas kesehatan di wilayah perkotaan disebut telah memiliki alat tersebut, sedangkan pemerintah mulai mengarahkan pengadaan ke wilayah pesisir.

“Di kota sudah semua. Sekarang kita mulai fokus di pesisir, setelah itu baru kita mulai fokus lagi ke teman-teman puskesmas di pedalaman,” katanya.

Godfried berharap ke depan seluruh puskesmas di Kabupaten Mimika dapat dilengkapi peralatan TCM. Dengan demikian, pemeriksaan terhadap masyarakat yang terduga TBC dapat dilakukan lebih cepat di fasilitas kesehatan.

Upaya tersebut juga akan diperkuat melalui pembentukan tim penanganan TBC di Kabupaten Mimika. Menurut Godfried, kolaborasi antara tim Dinas Kesehatan dan tenaga kesehatan di puskesmas menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan TBC.

Tenaga Puskesmas Telah Dilatih

Godfried mengatakan, penanganan TBC selama ini dilakukan melalui bidang Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan bersama jajaran puskesmas.

“Untuk penanganan TB itu ada lewat teman-teman di P2M. Mereka punya tim dan bekerja sama dengan puskesmas, di mana tenaga-tenaga di puskesmas juga sudah terlatih untuk mencari, menemukan dan mengobati,” jelasnya.

Ia menegaskan, upaya penanganan TBC tidak hanya mengandalkan satu pihak. Dinas Kesehatan bersama puskesmas terus melakukan penguatan kapasitas tenaga kesehatan agar proses penemuan hingga pengobatan pasien dapat berjalan secara berkesinambungan.

Sementara terkait data penyebaran kasus maupun jumlah terduga TBC di masing-masing puskesmas, Godfried mengatakan data tersebut perlu disampaikan berdasarkan pencatatan aktual.

“Kalau bicara data berarti harus real, tidak bisa berandai-andai. Nanti bisa diminta ke Kabid terkait data terduga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *