BeritaPembangunanPemerintahan Daerah

Alun-Alun Kota Timika Dirancang di Lahan 400 x 400 Meter, Pembangunan Ditarget Bertahap Mulai Tahun Depan

27
×

Alun-Alun Kota Timika Dirancang di Lahan 400 x 400 Meter, Pembangunan Ditarget Bertahap Mulai Tahun Depan

Sebarkan artikel ini
Rencana pembangunan Alun-Alun Kota Timika di atas lahan seluas 400 x 400 meter persegi. Kawasan ini dirancang menjadi ruang publik dan pusat aktivitas masyarakat, dengan fasilitas olahraga, kuliner, hiburan serta unsur budaya lokal. Pembangunan direncanakan dilakukan secara bertahap mulai tahun depan. (Foto: Ilustrasi /Sidiknews.id)

TIMIKA, Sidiknews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mematangkan perencanaan pembangunan Alun-Alun Kota Timika.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Innosensius Yoga Pribadi, usai mengikuti kegiatan seminar pendahuluan perencanaan Alun-Alun Kota Timika yang berlangsung di Hotel 66 Cenderawasih, Jalan SP2, Mimika, Selasa (1/9/2026).

Yoga menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan seminar pendahuluan untuk perencanaan alun-alun. Meski dalam dokumen kegiatan menggunakan nama perencanaan Bundaran Ponjol, konsep yang dibahas diarahkan untuk pembangunan Alun-Alun Kota Timika.

“Walaupun di sini judulnya sebagai perencanaan Bundaran Ponjol, tapi semuanya itu Alun-Alun Kota Timika yang akan dibangun di atas tanah dengan luas 400 x 400 meter persegi,” ujarnya.

Dalam proses perencanaan tersebut, Dinas PUPR melibatkan konsultan yang memiliki pengalaman dalam mendesain kawasan alun-alun kota.

Menurut Yoga, masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam penyusunan desain. Terutama berkaitan dengan budaya, kehidupan masyarakat lokal dan karakteristik Kota Timika.

“Sudah disampaikan usulan-usulan budaya, kehidupan lokal itu wajib masuk. Teman-teman konsultan membutuhkan masukan-masukan itu karena usulan tersebut akan diapresiasi pada perencanaan yang lebih komprehensif lagi,” katanya.

Ia menjelaskan, masukan yang diperoleh dalam seminar pendahuluan akan kembali diuji pada seminar antara dengan melihat kondisi nyata di lapangan dan menyesuaikannya dengan konsep yang ditawarkan konsultan.

Yoga berharap konsep yang dihasilkan nantinya tidak hanya bagus di atas kertas, tetapi benar-benar dapat diterapkan dalam pembangunan.

“Jangan sampai cuma sebatas konsep saja, tetapi tidak bisa diaplikasikan. Makanya ada hal teknis yang harus dipertimbangkan,” tegasnya.

Salah satu aspek teknis yang menjadi perhatian adalah kondisi tanah. Untuk itu, diperlukan pemeriksaan seperti sondir guna mengetahui karakteristik tanah sebelum pembangunan berbagai konstruksi dilakukan.

Selain itu, aspek lalu lintas juga harus diperhitungkan, baik untuk kendaraan maupun pergerakan masyarakat yang nantinya beraktivitas di kawasan alun-alun.

Jadi Pusat Aktivitas Masyarakat

Yoga mengatakan, Alun-Alun Kota Timika nantinya diharapkan menjadi pusat aktivitas masyarakat dengan berbagai kegiatan positif.

Kawasan tersebut dirancang tidak hanya sebagai ruang terbuka, tetapi juga dapat menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas masyarakat.

“Fungsi dari Alun-Alun Kota Timika ini akan menjadi pusat aktivitas masyarakat Timika dalam hal aktivitas positif. Baik ada kulinernya, ada aktivitas jogging, trekking atau olahraga, juga aktivitas hiburan bagi masyarakat bisa dilakukan di kawasan alun-alun tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep yang ditawarkan konsultan juga akan disesuaikan dengan berbagai filosofi pembangunan daerah, termasuk konsep Kota Timika, Harmony dan Smart City.

Masukan dari peserta seminar nantinya akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum masuk ke tahapan seminar antara dan seminar akhir.

Anggaran Pembangunan Belum Muncul

Terkait anggaran pembangunan, Yoga menegaskan hingga saat ini belum ada angka pasti yang ditetapkan karena proses yang berlangsung masih pada tahap perencanaan.

Menurutnya, kebutuhan anggaran baru dapat dihitung setelah desain dan kebutuhan material pembangunan semakin jelas.

“Belum muncul anggaran. Makanya ini kan nanti baru kita bicarakan. Misalnya material-material yang dipakai itu pasti muncul dalam perencanaan juga,” katanya.

Ia mencontohkan, apabila nantinya terdapat penggunaan material seperti perunggu atau tembaga untuk pembangunan monumen, kebutuhan tersebut akan memiliki perhitungan biaya tersendiri.

Yoga menegaskan, setelah seluruh proses perencanaan rampung melalui seminar akhir, pihaknya berharap sudah memiliki gambaran kebutuhan anggaran untuk pembangunan.

Pembangunan Direncanakan Bertahap

Yoga mengatakan, saat ini pihaknya belum berbicara mengenai target waktu penyelesaian pembangunan karena proses yang berjalan masih sebatas perencanaan.

Untuk pekerjaan perencanaan, konsultan memiliki waktu sesuai kontrak selama tiga bulan. Kontrak tersebut telah berjalan sejak Juni 2026.

Konsultan saat ini melakukan pengumpulan data lapangan untuk kemudian disesuaikan dengan regulasi serta konsep dan pemikiran kepala daerah.

Setelah perencanaan selesai, Pemkab Mimika diharapkan memiliki dasar yang lebih jelas untuk menentukan kebutuhan anggaran pembangunan.

“Ketika seminar ini sudah rampung dan berakhir pada seminar akhir, kita harapkan ada kecukupan anggaran untuk dilakukan pembangunan di tahun berikut secara bertahap, seperti yang tadi disampaikan Pak Bupati juga, pembangunan akan dilakukan secara bertahap,” pungkas Yoga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *