JAKARTA, Sidiknews.id – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan tidak boleh ada anak-anak Indonesia yang belajar dalam kondisi lapar. Menurutnya, anak yang tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup akan kesulitan mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang disampaikan secara langsung dari Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
“Tidak boleh ada anak-anak kita belajar dalam keadaan lapar. Tidak ada anak yang dapat belajar dengan baik apabila dia lapar,” kata Prabowo.
Ia mengingatkan para pejabat dan seluruh pihak agar tidak menutup mata terhadap kondisi anak-anak yang mungkin tidak mendapatkan makanan pada pagi hari sebelum berangkat sekolah.
“Mungkin sebagian di antara kita tidak akan pernah melihat atau merasakan anak-anak yang tidak makan pada pagi hari,” ujarnya.
Prabowo juga menyoroti persoalan stunting yang masih dialami anak-anak Indonesia. Ia menyebut angka stunting di sejumlah wilayah masih tinggi dan menjadi persoalan serius bagi masa depan generasi bangsa.
“Untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen anak-anak kita. Satu dari empat anak Indonesia ada yang mengalami stunting,” jelasnya.
Menurut Prabowo, kondisi stunting dapat berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan sel otak, otot, dan tulang.
Ia menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat memengaruhi kemampuan anak ketika mereka tumbuh dewasa dan memasuki dunia kerja.
Prabowo pun menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun dengan melakukan perbaikan dan efisiensi dalam pelaksanaannya.
“Kita tidak boleh menerima satu dari empat anak Indonesia mengalami stunting. Kita tidak boleh menerima itu. Dan karena itu saya bertekad teruskan program MBG, tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi,” tegas Prabowo.
Menurutnya, program MBG menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan makanan yang cukup dan bergizi, sehingga dapat tumbuh serta belajar secara optimal.
Prabowo menekankan pembangunan sumber daya manusia harus menjadi perhatian utama pemerintah agar generasi muda Indonesia memiliki kemampuan dan kesehatan yang baik untuk menghadapi masa depan.










