PermodalanTransportasiUMKM

56 Koperasi di Wilayah Pegunungan Mimika Didorong Perkuat Kemandirian Ekonomi

42
×

56 Koperasi di Wilayah Pegunungan Mimika Didorong Perkuat Kemandirian Ekonomi

Sebarkan artikel ini
56 Koperasi di Wilayah Pegunungan Mimika Didorong Perkuat Kemandirian Ekonomi

Timika, Sidiknews.id – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika mendorong penguatan 56 koperasi di wilayah pegunungan agar mampu berkembang, mandiri, dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat koperasi melalui kerja sama dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), serta PT Freeport Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Samuel saat diwawancarai awak media di kantornya, Jumat (16/10/2026), menyusul penerimaan aspirasi dari asosiasi koperasi di wilayah pegunungan.

Menurut Samuel, aspirasi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah agar koperasi di wilayah pegunungan memperoleh dukungan yang memadai, sehingga dapat bersaing dan berkembang seperti koperasi di wilayah lainnya.

“Kami telah menerima aspirasi dari asosiasi koperasi di wilayah pegunungan. Kami berkomitmen bekerja sama agar koperasi yang ada di sana bisa mandiri dan bersaing seperti koperasi di daerah lain,” ujarnya.

Samuel menjelaskan, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian bersama, di antaranya keberlanjutan program subsidi, dukungan permodalan, dan pengembangan usaha koperasi.

Untuk itu, Dinas Koperasi dan UMKM akan terus berkoordinasi dengan OPD terkait, YPMAK, dan PT Freeport Indonesia guna memperjelas peran masing-masing dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, sinergi tersebut diperlukan agar koperasi di wilayah pegunungan, pesisir, maupun perkotaan dapat berkembang secara berkelanjutan.

“Kami sama-sama berkomitmen mendukung masyarakat, baik di wilayah pegunungan, perkotaan, maupun pesisir. Harapan kami, masyarakat Amungme dan Kamoro dapat bangkit, maju, dan mengembangkan UMKM serta koperasi di atas tanah mereka sendiri,” katanya.

Samuel juga mengapresiasi masyarakat dan pengurus koperasi dari sejumlah wilayah, termasuk Jigi Mugi, Batas, hingga Lametakal, yang terus berupaya mengembangkan usaha ekonomi masyarakat.

Menurutnya, seluruh koperasi perlu membangun koordinasi dan menyatukan tujuan agar program pemberdayaan berjalan searah. Dengan demikian, dukungan pemerintah maupun mitra dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kapasitas usaha koperasi.

Selain permodalan dan subsidi, Samuel menyoroti pentingnya akses transportasi melalui jalur udara dan laut. Konektivitas tersebut dinilai berperan dalam mendukung distribusi barang serta menjaga kelangsungan usaha koperasi, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.

Ia menyebut Potowai Buru, Jila, Tembagapura, Hoya, dan Bela sebagai sejumlah wilayah yang perlu terus didorong keterhubungannya dengan pusat perekonomian di Mimika.

Samuel berharap penguatan koperasi dapat sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika dalam mendorong pembangunan ekonomi dari kampung ke kota.

“Kami siap mendukung visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Harapan kami, pengembangan ekonomi ini benar-benar diwujudkan sehingga masyarakat di wilayah pegunungan maupun pesisir bisa merasakan manfaatnya,” tutupnya.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, YPMAK, PT Freeport Indonesia, dan pengurus koperasi, pengembangan koperasi di Mimika diharapkan dapat memperluas kesempatan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan UMKM berbasis potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *