BeritaPerhubunganTransportasi

Antrean Truk di SP2 Mulai Berkurang, Disperindag Mimika Tetap Lakukan Evaluasi

24
×

Antrean Truk di SP2 Mulai Berkurang, Disperindag Mimika Tetap Lakukan Evaluasi

Sebarkan artikel ini
Antrean kendaraan truk di kawasan SP2 Kabupaten Mimika saat penerapan sistem ganjil-genap. Disperindag Mimika terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk mengatur arus kendaraan serta mengurangi antrean (Foto: Ilustrasi/ Sidiknews.id).

TIMIKA, Sidiknews.id – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika melakukan evaluasi terhadap penerapan sistem ganjil-genap bagi kendaraan truk di kawasan SP2.

Kepala Disperindag Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan evaluasi dilakukan setelah pemerintah memberikan waktu sekitar satu minggu untuk sosialisasi kepada para pengemudi sebelum aturan tersebut mulai diterapkan.

Hal tersebut disampaikan Sabelina saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (7/9/2026).

Menurut Sabelina, pada hari pertama penerapan, sebagian besar pengemudi sudah memahami ketentuan ganjil-genap. Kondisi antrean kendaraan di kawasan SP2 juga dinilai tidak terlalu panjang.

“Tadi sempat sebelum apel ini saya lihat di SP2, antrean sudah tidak terlalu panjang dan mereka sudah paham,” kata Sabelina.

Meski demikian, masih ditemukan sekitar delapan kendaraan dengan nomor polisi genap yang masuk saat pemberlakuan kendaraan bernomor ganjil.

Sabelina mengatakan sebagian pengemudi mengaku lupa dengan ketentuan yang mulai diterapkan. Petugas kemudian memberikan arahan agar kendaraan tersebut keluar dari barisan.

“Ada sekitar delapan mobil yang genap masuk, tetapi alasannya ada yang lupa. Jadi mereka sudah langsung minggir, langsung diarahkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, petugas Disperindag bersama operator di lapangan terus melakukan pemantauan dan memberikan sosialisasi kepada para pengemudi agar penerapan sistem ganjil-genap dapat berjalan dengan baik.

“Kita arahkan untuk mereka keluar dari barisan yang genap-genap,” ujarnya.

Pengemudi Minta Pengaturan Tidak Hanya di SP2

Di sisi lain, Sabelina mengungkapkan adanya keluhan dari sejumlah pengemudi truk yang meminta agar pengaturan kendaraan tidak hanya dipusatkan di kawasan SP2.

Menurutnya, masukan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Pengemudi-pengemudi truk itu mereka mengeluh. Mereka ingin tidak hanya dipusatkan di SP2 saja. Mungkin ke depan akan ada langkah-langkah,” ungkapnya.

Sabelina menjelaskan, untuk sementara apabila kendaraan tidak mendapatkan pelayanan di SP2, pengemudi masih dapat menuju kawasan Nawaripi.

“Untuk sementara ini kalaupun dia misalnya kehabisan di posisi di SP2, dia akan tetap lari di Nawaripi,” katanya.

Namun, menurutnya, pengaturan kendaraan truk di Nawaripi juga perlu dievaluasi karena ukuran kendaraan yang panjang berpotensi menyebabkan antrean semakin panjang.

Karena itu, Disperindag akan terus mengevaluasi penerapan sistem ganjil-genap tersebut, termasuk kondisi antrean dan masukan dari para pengemudi.

“Kita akan evaluasi seperti apa, supaya pengaturan kendaraan bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *